Saya tidak pernah membayangkan bahwa tubuh yang selama ini saya andalkan perlahan akan kehilangan kekuatannya. Semuanya bermula dari sakit pinggang yang saya kira hanya cedera biasa. Berbagai terapi, pemeriksaan, hingga operasi HNP saya jalani. Namun, ketika nyeri menghilang, kelemahan otot justru semakin nyata. Saya mulai kesulitan menaiki tangga, berdiri, berjalan, hingga sering terjatuh.
Setelah perjalanan panjang, saya akhirnya didiagnosis Becker muscular dystrophy, salah satu bentuk distrofi otot. Diagnosis itu mengubah cara saya memandang tubuh, keluarga, pekerjaan, dan masa depan. Namun, penyakit tidak membuat saya berhenti. Di tengah tubuh yang semakin lemah, saya menemukan kekuatan dari keluarga, rekan kerja, mahasiswa, dan orang-orang yang terus berjalan bersama saya. Saya tetap mengajar, meneliti, menulis, membimbing mahasiswa, memimpin program studi, dan melanjutkan pendidikan doktoral.
Buku ini bukan sekadar kisah tentang penyakit. Ini adalah cerita tentang perjuangan, keluarga, pendidikan, pengabdian, penerimaan, dan harapan ketika kehidupan tidak lagi berjalan seperti yang direncanakan. Saya belajar bahwa menerima bukan berarti menyerah, meminta bantuan bukan berarti lemah, dan keterbatasan tubuh tidak berarti kehidupan kehilangan makna.
Tubuhku melemah, langkahku melambat, tetapi hidupku belum selesai.
Penulis: Fibrika Rahmat Basuki




